Senin, 12 Desember 2016

MENGHIDUP KAN KEMBALI RASA NASIONALISME.

Berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat terhadap bangsa. Terlebih, banyak pelajar dan generasi muda yang tidak tahu pancasila dan UUD 45.“Saat ini Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika menjadi barang asing di mata bangsa Indonesia. Ini karena kita sendiri tidak mempopulerkan itu,”
Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, dimana rasa nasionalisme bangsa pun semakin berkurang. Hal ini terjadi karena pengaruh berbagai faktor, seperti proses sosialisasinya yang berkurang.Dengan begitu penjiwaan masyarakat dan implementasinya pun berkurang.
Hal itu terlihat dalam praktik-praktik bernegara, bermasyarakat, terutama generasi muda yang cenderung lebih ke barat-baratan dan mengadopsi gaya barat.“Partai yang korupsi, itu perwujudan dari kurangnya rasa nasionalisme. Apalagi di generasi muda. Anak-anak sekarang dari mulai TK, SD, SMP hapal nggak Pancasila, atau Bineka Tunggal Ika.
Itu banyak yang nggak hapal ini terjadi karena proses sosialisasi dan implementasinya kurang, termasuk proses edukasinya kurang
.Begitupun dengan gaya hidup generasi muda saat ini yang cenderung kebarat-baratan. Bahkan generasi muda pun mengadopsi gaya kebaratan yang tidak sesuai dengan norma dan budaya timur.“Katakanlah gaya penyuka sesama jenis, bisek dan transgender, bahkan mereka menuntut pernikahan sejenis. Ini karena lemah kesadaran, norma-norma kita berlandaskan Pancasila dan Agama, jelas beda dengan lainnya, bagaimana nilai-nilai kebangsaan itu meningkat.  konsisten menerapkan nilai-nilai tersebut, rasa nasionalisme harus ditingkatkan. Hal itu penting untuk menumbuhkan rasa kecintaan bangsa terhadap negaranya. Sehingga bisa mendorong kebangkitan bangsa dan negara.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya, suku, ras dan agama. Hal tersebut sangat berkaitan dengan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia. Berbagai macam perihal masalah yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran, terorisme, konflik dan lainya sebagainya,menimbulkan banyak permasalahan. Salah satunya adalah rendahnya rasa nasionalisme Bangsa Indonesia. Hal itu tidak bisa dipungkiri, karena masyarakat lebih memilih untuk kelangsungan hidupnya dari pada memikirkan untuk nergaranya. Padahal rasa nasionalisme sangat penting untuk kedepan bangsa ini, jika kurangnya rasa nasionalisme maka bangsa ini akan semakin kacau dan ketentraman, persatuan, ketahanan, kenyamanan, akan semakin terancam, Tinggi atau rendahnya rasa nasionalisme juga dapat dipengaruhi dari budaya-budaya barat yang dengan sangat mudahnya masuk dan mempengaruhi budaya Indonesia yang jati dirinya adalah budaya timur.Rasa nasionalisme sangat penting sekali bagi bangsa Indonesia untuk bisa menjadi bangsa yang maju, bangsa yang modern , bangsa yang aman dan damai, adil dan sejahtera.dan juga Bangsa yang kuat karena adanya persatuan,  Pada masa penjajahan Belanda, Bangsa Indonesia mencapai puncak kejayaan rasa nasionalime Dimana pejuang-pejuang terdahulu kita bersatu dari sabang sampai merauke untuk membebaskan diri dari penjajah.Hal itu bisa terwujud jika adanya rasa nasionalisme yang tinggi di masyarakat Indonesia dan telah terbukti kita bisa memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat juang yang tinggi. Hal tersebut berpengaruh pada ketahanan nasional bangsa Indonesia.

Negara ini besar, ini yang ditakutkan orang maka kita dipecah belah, kita harus sadari. Potensi kita kuat tapi kita tak menyadari. Negara kita ini akan hancur karena kita sendiri. Begitu pula kalau masih bicara orde lama dan orde baru lagi sampai 100 tahun kita tak akan bersatu Tanpa adanya dorongan rasa nasionalisme dan sosialisasi yang kuat.

Persatuan dan kesatuan yang berarti satu  utuh tidak terpecah-belah. Persatuan dan kesatuan “bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan, kedaulatan yang utuh dan serasi. Sebuah negara akan berdiri kokoh, kuat apabila masyarakat Bangsanya memiliki semangat persatuan dan kesatuan. Bagi bangsa Indonesia semangat persatuan dan kesatuan ditegaskan dalam Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. semangat persatuan dan kesatuan dalam Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa semangat persatuan dan kesatuan sangat penting bagi bangsa Indonesia.Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan “negara persatuan” dalam arti sebagai negara yang warga negaranya erat bersatu, yang mengatasi segala paham perseorangan ataupun golongan yang menjamin segala warga negara bersamaan kedudukannya di hadapan hukum dan pemerintahan dengan tanpa kecuali. Dalam negara persatuan itu, otonomi individu diakui kepentingannya secara seimbang dengan kepentingan kolektivitas rakyat. Kehidupan orang perorang ataupun golongan-golongan dalam masyarakat diakui sebagai individu dan kolektivitas warga negara,
             Untuk itu kita harus menghidupkan kembali rasa nasionalisme, moral, dan persatuan, melalui cara

1) MEMBANGUN KEMBALI MORAL DAN RASA NASIONALISME.
Pentingnya Membangun Moral Melalui Penanaman Nasionalisme Arus globalisasi dan modernisasi membuat generasi muda hanyut dalam gaya hidup dan sikap individualis, acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar dan tidak peduli dengan tangung jawab moral. Banyak generasi muda yang hanyut dalam gemerlap dunia, mengisi waktu untuk kesenangan pribadi tanpa memikirkan masa depannya. Lebih menyedihkan lagi jika mereka lupa bahwa sebenarnya mereka adalah sumber kekuatan moral yang diharapkan agar selalu menjunjung kebenaran sesuai hati nurani dan berjiwa patriotisme.Jika pembangunan moral dengan nasionalisme ini terlaksana, kemungkinan besar siswa tidak membuang waktu untuk hal yang tidak berguna, apalagi merugikan diri sendiri. Rasa nasionalisme dapat mendorong mereka untuk lebih menghargai nilai kemerdekaan dan arti hidup dengan hal-hal yang positif. Terhadap sesama teman akan ada rasa saling asih mengasih dan semangat untuk selalu bersatu sebagai sesama anak bangsa, yang dilahirkan dan dibesarkan di tanah air yang sama. Mereka akan merasa bangga dengan adanya kemajemukan bangsa Indonesia sebagai kekayaan yang harus dipertahankan. kesadaran akan persatuan dan kesatuan bangsa penting bagi generasi muda sebagai sistem nilai sehingga secara moral mereka akan berbuat baik dalam setiap tindakan dan gerak hati nuraninya. Lebih penting lagi mereka pandai melihat peluang untuk mencapai eminensi dalam hidupnya, kesuksesan masa depannya. dampak positif nasionalisme telah tercatat sebagai prestasi gemilang dalam sejarah, yaitu dengan lahirnya Boedi Oetomo 20 Mei dan peristiwa Sumpah Pemuda 1928, yang mengandung nilai urgen berupakesatuan. Selain itu Sumpah pemuda.
merupakan wujud pengusungan faham nasionalisme, melalui penyatuan keinginan bersama untuk membuat negeri ini merdeka. Laksana juga mengatakan bahwa nasionalisme bagi suatu negara ibarat tiang penyangga bagi rumah. Jadi jika semangat nasionalisme pudar, maka keruntuhan sebuah negara hanya tinggal menunggu waktu.Jika generasi muda, khususnya siswa mengetahui bahwa betapa beratnya perjuangan untuk mencapai kemerdekaan yang sekarang mereka nikmati, tentu mereka akan menghargai arti kemerdekaan dan tidak menyia-nyiakan kemerdekaan dengan kegiatan yang tidak berarti. Nasionalisme dapat menyadarkan generasi muda bahwa terbentuknya Negara Indonesia tidak terjadi tiba-tiba, melainkan melalui tahapan yang panjang. Mereka harus tahu bahwa kemerdekaan ini telah dibayar dengan tetes darah para pahlawan. Mereka harus sadar bahwa di tangan merekalah masa depan bangsa dan negara. diperlukan pribadi yang memiliki integritas serta memiliki keberanian moral untuk memperbaiki dan mengembangkan keadaan ke tingkat hidup yang lebih berkeadaban. Jika ingin membangun atau mengembalikan kejayaan bangsanya, lebih dulu harus mengembangkan perilaku etis dan membangun moralitas bangsanya. Pembangunan moral harus dititik beratkan pada siswa sebagai generasi penerus yang berperan sebagai kekuatan moral dan kekuatan politik. Membentuk moral dengan nasionalisme sejak dini, terutama pada masa sekolah dasar sangat penting. Dari pengalaman sejarah negara Indonesia, ternyata pemuda turut mengukir berdirinya negara ini.

2) MENGHIDUPKAN KEMBALI NILAI-NILAI PANCASILA.

Karena dengan adanya Nilai-nilai Pancasila sebagai Sarana pemersatu bangsa.
Kita harus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuatu yang dianggap penting dan benar Korupsi Rasa apatis terhadap tanah air Lebih mencintai budaya asing Kriminalitas Hedonisme Etnosentrisme Primordialisme Sekularisme Nilai-Nilai Pancasila ditunjang oleh Hukum Dasar UUD 1945 manusia adalah makhluk sosial wilayah, rakyat, pemerintah yang berdaulat sekelompok manusia yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa, sejarah, dan memiliki pemerintahan sendiri
1 Ketuhanan
2 Kemanusiaan
3 Persatuan
4 DemokrasiKeadilan Sosial. Dengan adanya
Pancasila merupakan pilar pertama pememperkokoh bangsa ini.
Karena Pancasila dinilai telah memenuhi syarat untuk menjadi tiang penyangga untuk bangsa Indonesia. Selain menjadi ideologi bangsa Indonesia, pancasila merupakan pedoman hidup bangsa Indonesia kedepannya. Seterusnya pancasila juga dapat mempersatu keanekaragaman kehidupan yang ada di Indonesia melalui Sila-sila yang terdapat di Pancasila. Sila tersebut jangan hanya kita ketahui dan kita ingat tapi hendaknya wajib kita mengerti makna sila tersebut untuk bangsa Indonesia.
Kemudian selanjutnya adalah UUD 1945.UUD 1945 sebuah hukum dasar yang menetapkan struktur dan prosedur organisasi yang harus diikuti oleh otoritas publik. UUD 1945 merupakan sumber dari segala sumber hukum yang ada di Indonesia.
fungsi UUD 1945 sendiri yakni sebagai pedoman acuan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pilar yang kedua ini memiliki peran yang tidak kalah penting untuk memperkokoh bangsa Indonesia karena UUD 1945 merupakan sumber hokum yang berlaku di bangsa Indonesia.
Dan yang ketiga adalah Bhineka Tunggal Ika.
Bhineka Tunggal Ika memiliki  makna yang sangat penting yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu. Bhineka Tunggal Ika mempersatu berbagai keanekaragaman suku, budaya, agama, golongan dan ras. Sekarang ini Indonesia sudah memasuki era globalisasi, berbagai budaya dan suku di Indoneisa tergeser oleh budaya barat yang masuk ke Indonesia.
Oleh sebab itu di sini lah  Bhineka Tunggal Ika memiliki peran yang sangat penting untuk mempersatu dan memperkokoh bangsa Indonesia.
Bhineka Tunggal Ika dapat mempersatu perbedaan dan juga dapat memperkokoh bangsa Indonesia melalui prinsip-prinsipnya.Yang terakhir yaitu NKRI. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah bentuk Negara kita yaitu Indonesia. Indonesia mempunyai banyak sekali pulau dan bentuk negaranya republik maka Indonesia membentuk suatu kesatuan yang di beri nama NKRI. NKRI juga memiliki tujuan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.
3) MENGHARGAI PERJUANGAN PARA PAHLAWAN.
Dengan kita menghargai perjuangan para pahlawan betapa beratnya perjuangan mereka untuk bangsa ini  Membaca biografi pahlawan
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perjuangan para pahlawan. Kita bisa meneladani perjuangan para pahlawan dalam memperebutkan NKRI dari para penjajah. Sebab dengn itulah kita akan merasakan betapa kerasnya perjuangan pahlawan sempai dia rela berkorban harta dan bendanya bahkan nyawanya pun dipertaruhkan demi membela Indonesia. Mereka dikucilkan, diasingkan, oleh para kolonial. Mereka dibunuh dan disiksa tidak berperikemanusiaan.
Sungguh kita patutlah mengingatkan jasa-jasa mereka.
Dengan tidak menyia-nyiakan perjuangan mereka,
Yaitu dengan mengikat persatuan, memperkokoh bangsa ini tidak boleh sejengkal tanah pun yang di rebut dari bumi indonesia ini mengingatkan betapa Letih nya para palawan kita memperjuangkan bumi Indonesia ini.

Semoga yang sedikit ini ada manfaatnya bagi kita semua dan mohon maaf atas segala kekurangan yang ada.
                      "Sekian".

Salam damai
Mahmud Yunus.
12/12/2016.

Sabtu, 10 Desember 2016

JANGAN KALIAN HIANATI PERJUANGAN TUMPAH DARAH PARA PAHLAWAN.

Sudah seharusnya kita mengingat jasa para pahlawan kita, seperti yang diungkapkan Oleh Presiden Pertama kita, Soekarno yang mengatakan. Jasmerah jangan Lupakan Sejarah. karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tak melupakan para pahlawanya. sebagai generasi penerus bangsa kita harus bisa mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya
Nusantara, kepulauan yang sudah terkenal sejak jaman kerjaan Hindu-Budha memang memiliki daya tarik tersendiri. Bentang alam yang luas, tanah yang subur dan kekayaan alam yang melimpah membuat kemakmuran bagi rakyatnya. Untuk melihat perjuangan mempersatukan nusantara, mari kita flashback sebentar ke masa kerajaan Sriwijaya dimana nusantara dipersatukan bahkan wilayahnya hingga ke Thailand. Kerajaan ini sempat menajdi pusat perdagangan dan pengajaran agama budha di Asia Tenggara. Sriwijaya tumbuh sebagai kerajaan maritim yang disegani di abad ke 8. Namun karena tidak ada raja yang bisa merangkul seluruh rakyatnya Sriwijaya runtuh pada abad ke 13.Setelah Sriwijaya runtuh, nusantara juga terkenal dengan kerajaan Majapahit yang berdiri pada tahun 1293 di Trowulan, Jawa Timur. Kerajaan Majapahit juga berusaha mempersatukan nusantara terutama setelah Hayam Wuruk naik tahta dan sang Patih Gajah Mada mengumandangkan sumpah palapa. Nusantara berhasil dipersatukan melalui invasi dan diplomasi yang dilakukan oleh Majapahit bahkan hingga ke semenanjung Malaya pada abad ke 14. Sama halnya seperti Sriwijaya pada masa jaya, Majapahit memiliki armada yang kuat karena tujuan Majapahit adalah mengendalikan perdagangan di nusantara. Tetapi sepeninggal Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Majapahit mengalamikemunduran dan terpecah belah melalui perang saudara yang terkenal dengan nama perang Paregreg.Keinginan untuk mempersatukan nusatara terjadi ketika sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Keinginan untuk bersatu dari berbagai pemuda senusantaradikarenakan memiliki nasib yang sama yaitu berada dibawah penjajahan. Jong java, jong Sumatera, jong Celebes dan berbagai pemuda dari penjuru nusantara mengumandangkan sumpah pemuda yang intinya berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu yaitu Indonesia. Rasa nasionalisme para pemuda patut diacungi jempol karena berani mengumandangkan sumpah pemuda di tengah belenggu penjajahan Belanda.Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia melalui Soekarno-Hatta mengumandangkan proklamasi kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta. Tetapi perjuangan mempertahankan sebuah kemerdekaan tidak mudah karena penjajah masih ingin kembali ke Indonesia dengan berbagai cara. Perjanjian-perjanjian pasca kemerdekaan sudah ditanda tangani hingga akhirnya kedaulatan NKRI diakui pada perjanjian KMB (konferensi Meja Bundar) 2 November 1949, yang berarti sekitar 4 tahun setelah bangsa ini menyatakan kemerdekaannya.Sebelum terjadinya KMB, sebenarnya Indonesia tidak hanya berjuang mempertahankan kemerdekaan, benih-benih pemberontakan dari orang-orang yang tidak puas dengan pemerintah sudah ada. Istilahnya Indonesia tidak hanya diserang dari luar negeri tetapi dari dalam negeri. Pemberontakan PKI di Madiun pada tahun 1948 yang berhasil ditumpas oleh tentara Republik dan pentolan PKI bernama Musso tewas di tembak. Dalam kondisi yang masih sulit ternyata tentara kita mampu menumpas pemberontakan yang ingin mengubah pancasila.Pemberontakan berikutnya adalah DI/TII pimpinan Kartosuwiryo di Jawa Barat, seolah-olah pemberontakan yang dialami bangsa yang masih muda saat itu berturut-turut. Tetapi hal ini tidak membuat lelah para pejuang, karena walaupun NII dikumandangkan pada tanggal 7 Agustus 1949 dan pengaruhnya hingga ke Sulawes Selatan, pemberontakan bisa dikalahkan oleh tentara republik Indonesia. Pemberontakan yang dkarenakan tidak adanya keharmonisan antara pemerintah daerah dan pusat terjadi pada tahun 1958 didalangi oleh PRRI. Selain itu ada pemberontakan Permesta yang sisa-sisanya ditumpas habis pada tahun 1961. Pemberontakan yang sangat alot ditumpas adalah GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang sudah ada sejak tahun 1974. Hal ini disebabkan karena perbedaan keinginan yang menyebabkan 15.000 jiwa melayang. GAM bisa diberantas oleh pemerintah NKRI pada akhir tahun 2005 melalui perundingan Helsinki. Disini pemerintah juga turut andil memberikan amnesti bagi para mantan anggota GAM dan memfasilitasi pembentukan partai politik lokal di Aceh. Selain GAM, ada juga RMS (Republik Maluku Selatan) di Maluku yang dilumpuhkan oleh densus 88 padatahun 2007, OPM (Organisasi Papua Merdeka) di Papua yang juga sudah dilumpuhkan, dan yang paling melukai bangsa ini adalah G 30 S PKI. PemberontakanPKI pada tanggal 30 September 1965 ini menyisakan duka mendalam karena putra bangsa berguguran demi mempertahankan kesaktian pancasila. Para pahlawan revolusi ini meregang nyawa demi menyelamatkan bangsa dari komunisme. Melihat perjalanan panjang bangsa ini, rasa nasionalisme memang harus dipupuk sejak dini karena jika tidak maka bagaimana nasib bangsa ini di tangan generasi yang akan datang. Jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, sebuah ungkapan dari founding father Indonesia sekaligus presiden pertama kita harus bisa dicerna oleh generasi muda.
Setelah kita memasuki masa reformasi, banyakterjadi perbedaan pendapat yang berujung pada demo. Apakah kita lupa dengan sila ke 4 dari pancasila? Apakah musyawarah untuk mencapai mufakat sudah tidak bisa dilakukan sehingga sering terjadi demo? Apakah kita lupa bahwa Indonesia ini terdiri dari berbagai macam suku, ras dan agama? Apakah kita lupa perjuangan para pahlawan untuk mempertahankan bangsa ini? Dimana mata, di mana hati!? Bukankah kita tau seperti apa perjuangan para pahlawan?

Indonesia terkenal akan keramah tamahan warganya, gemah ripah loh jinawi, dikaruniai sumber daya alam yang melimpah dari Sabang sampai Merauke, dan keberagaman yang tidak akan ditemukan di negara lain. Kita patut bangga menjadi warga negara Indonesia dengan karunia Tuhan yang sangat melimpah bagi bangsa ini. Jika sedikit mau berkaca ke timur tengah, sumber daya alam yang mereka miliki adalah minyak bumi, tetapi keadaan saat ini porak poranda. Peperangan antar suku, ras dan agama membuat peluang-peluang bagi teroris untuk menjarah apa yang dimiliki oleh negara-negara di timur tengah. Mari menengok sebentar ke afrika, dimana kelaparan melanda, pendidikan tidak meyentuh ke semua penduduk dan dengan mudahnya pemberontak seperti Boko Haram mencari pengikut. Bukankah kita tidak ingin Indonesia hancur seperti Timur Tengah atau sebagian Afrika?
Fakta yang sangat mencengangkan adalah saat ini ISIS sudah mulai terdesak dan akan menggunakan strategi perang yang baru menurut Brigjrn Pol. Drs. Hamidin. Pemimpin ISIS, Abu Bakr Al Baghdadi sudah tinggal di terowongan dan mempersiapkan calon pemimpin baru untuk ISIS. Kemudian perjuangan akan dipindah ke Afganistan tepatnya di sabuk perbatasan dengan Rusia. Apabila nanti ISIS kalah saat digempur oleh pasukan Rusia maka ISIS akan memindahkan basis militernya ke Filipina. Nah melihat wilayah Indonesia dan Filipina ini berdekatan, seharusnya kita sudah bersiap-siap untuk membendung serangan ISIS.Terorisme sudah menyusup di dalam NKRI sejak lama tetapi keberadaannya bisa dipetakan.
Teroris saat ini menyerang warga negara karena dianggap sebagai sasaran terlemah untuk menyampaikan pesan bahwa mereka masih ada di bumi Indonesia.
Oleh karena itu perasaan untuk saling memiliki Indonesia harus ditingkatkan agar kita bisa saling menggenggam tangan bersama pemerintah untukmelawan terorisme.
Sebuah bangsa yang kuat tidak hanya dilihat dari tentara yang dimilikinyatetapi dilihat juga dari bagaimana rasa nasionalisme warganya. NKRIharga mati, berjuang sesuai kemampuan untuk negara ini karena disini kita lahir dan mendapatkan penghidupan bahkan hingga akhir hayat.

Di bawah kolong Langit ini , dari ujung utara sampai selatan . Dari seluruh penjuru bumi, dari bujur timur sampai ke barat . hanya pemuda Indonesia sajalah yang pernah mengikrarkan pengakuan kecintaan nya kepada Nusa dan bangsa .
Kecintaan nya kepada bahasa yang mampu menyatukan puluhan pulau dan  beraneka ragam suku. Dibawah satu bendera yang di kibarkan menjadi panji dan lambang abadi akan ikatan janji suci . Sumpahyang maha suci yang di junjung di atas segala perbedaan.kau dan aku terikat janji . janji saling menjaga kedaulatan bangsa ini. tak sejengkal tanah pun boleh di rebut dari NKRI . apalagi bila sampai menggadaikan harga diri mengabdi kepada bangsa lain namun apa yang terjadi hari ini berbagai macam konflik yang melanda negeri ini menyebab kan jadi pemicu pecah belah nya bangsa sehingga menghianati Perjuangan para pahlawan dan juga sumpah pemuda pemersatu bangsa.
Contoh nya.
Konflik SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) telah meluas di Indonesia. Ada bentrokan, pembunuhan, perampokan, pencurian, kecemburuan sosial, dan sebagainya. Kita tentunya tidak menginginkan ketegangan dan perpecahan ini terus terjadi selamanya bukan?
berbagai macam konflik di hari ini contoh nya
konflik yang melanda di Tanah Papua saat ini kita generasi penerus malah seperti melupakan kehadiran sosok pahlawan nasional dari Papua yang turut mengusir penjajah Belanda dari Tanah Indonesia, bahkan kebanyakan kita justru memuja-muja Belanda yang pernah “menyakiti” bangsa Indonesia. namun sebagian kelompok dari kita justru memiliki pikiran yang berbeda untuk dapat melepaskan diri dengan NKRI. Sangat disayangkan sekali karena perjuangan pahlawan pahlawan dan tokoh besar Papua dilupakan begitu saja
Dan juga berbagai macam konflik lainya yg juga menghianati para pahlawan.
Contoh lainya
Perbedaan Suku dan Ras Pemeluk AgamaTidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan ras dan agama memperlebar jurang permusuhan antar bangsa.
Perbedaan suku dan ras ditambah dengan perbedaan agama menjadi penyebab lebih kuat untuk menimbulkan perpecahan antar kelompok dalam masyarakat.Contoh di wilayah Indonesia, antara Suku Aceh dan Suku Batak di Sumatera Utara. Suku Aceh yang beragama Islam dan Suku Batak yang beragama Kristen; kedua suku itu hampir selalu hidup dalam ketegangan, bahkan dalam konflik fisik (sering terjadi), yang merugikan ketentraman dan keamanan.Di beberapa tempat yang terjadi kerusuhan seperti: Situbondo, Tasikmalaya, dan Rengas dengklok, massa yang mengamuk adalah penduduk setempat dari Suku Madura di Jawa Timur, dan Suku Sunda di Jawa Barat. Sedangkan yang menjadi korban keganasan massa adalah kelompok pendatang yang umumnya dari Suku non Jawa dan dari Suku Tionghoa. Jadi, nampaknya perbedaan suku dan ras disertai perbedaan agama ikut memicu terjadinya konflik Perbedaan Tingkat Kebudayaan Agama sebagai bagian dari budaya bangsa manusia. Kenyataan membuktikanperbedaan budaya berbagai bangsa di dunia tidak sama. Secara sederhana dapat dibedakan dua kategori budaya dalam masyarakat,
yakni budaya tradisional dan budaya modern.Tempat-tempat terjadinya konflik antar kelompok masyarakat agama Islam - Kristen beberapa waktu yang lalu, nampak perbedaan antara dua kelompok yang konflik itu.
Kelompok masyarakat
Perbedaan budaya dalam kelompok masyarakat yang berbeda agama di suatu tempat atau daerah ternyata sebagai faktor pendorong yang ikut mempengaruhi terciptanya konflik antar kelompok agama di Indonesia.Masalah Mayoritas da Minoritas Golongan Agama
Fenomena konflik sosial mempunyai aneka penyebab.
Haruskah bangsa ini runtuh begitu saja hanya di sebab kan faktor perbedaan Sara?
Tentunya kita tidak ingin hal itu terjadi Untuk mari kita satukan negeri kita ini
Saling mengasihani, saling mencintai, saling menghormati,
Dan jauhkan Hal-hal yang menyebab kan pertikaian sehingga menjadi celah pemicu perpecahan
Semoga kita menjadi bangsa yang kuat dengan persatuan dan juga menghargai perjuangan para pahlawan yang telah berjuang dengan darah nyawa dan harta mereka demi kita dan bangsa ini.Mari kita ikat kuat tali persatuan untuk negeri ini "Berbeda tetaplah sama!
"Bersatu kita NKRI Harga mati!"