Berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat terhadap bangsa. Terlebih, banyak pelajar dan generasi muda yang tidak tahu pancasila dan UUD 45.“Saat ini Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika menjadi barang asing di mata bangsa Indonesia. Ini karena kita sendiri tidak mempopulerkan itu,”
Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, dimana rasa nasionalisme bangsa pun semakin berkurang. Hal ini terjadi karena pengaruh berbagai faktor, seperti proses sosialisasinya yang berkurang.Dengan begitu penjiwaan masyarakat dan implementasinya pun berkurang.
Hal itu terlihat dalam praktik-praktik bernegara, bermasyarakat, terutama generasi muda yang cenderung lebih ke barat-baratan dan mengadopsi gaya barat.“Partai yang korupsi, itu perwujudan dari kurangnya rasa nasionalisme. Apalagi di generasi muda. Anak-anak sekarang dari mulai TK, SD, SMP hapal nggak Pancasila, atau Bineka Tunggal Ika.
Itu banyak yang nggak hapal ini terjadi karena proses sosialisasi dan implementasinya kurang, termasuk proses edukasinya kurang
.Begitupun dengan gaya hidup generasi muda saat ini yang cenderung kebarat-baratan. Bahkan generasi muda pun mengadopsi gaya kebaratan yang tidak sesuai dengan norma dan budaya timur.“Katakanlah gaya penyuka sesama jenis, bisek dan transgender, bahkan mereka menuntut pernikahan sejenis. Ini karena lemah kesadaran, norma-norma kita berlandaskan Pancasila dan Agama, jelas beda dengan lainnya, bagaimana nilai-nilai kebangsaan itu meningkat. konsisten menerapkan nilai-nilai tersebut, rasa nasionalisme harus ditingkatkan. Hal itu penting untuk menumbuhkan rasa kecintaan bangsa terhadap negaranya. Sehingga bisa mendorong kebangkitan bangsa dan negara.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya, suku, ras dan agama. Hal tersebut sangat berkaitan dengan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia. Berbagai macam perihal masalah yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran, terorisme, konflik dan lainya sebagainya,menimbulkan banyak permasalahan. Salah satunya adalah rendahnya rasa nasionalisme Bangsa Indonesia. Hal itu tidak bisa dipungkiri, karena masyarakat lebih memilih untuk kelangsungan hidupnya dari pada memikirkan untuk nergaranya. Padahal rasa nasionalisme sangat penting untuk kedepan bangsa ini, jika kurangnya rasa nasionalisme maka bangsa ini akan semakin kacau dan ketentraman, persatuan, ketahanan, kenyamanan, akan semakin terancam, Tinggi atau rendahnya rasa nasionalisme juga dapat dipengaruhi dari budaya-budaya barat yang dengan sangat mudahnya masuk dan mempengaruhi budaya Indonesia yang jati dirinya adalah budaya timur.Rasa nasionalisme sangat penting sekali bagi bangsa Indonesia untuk bisa menjadi bangsa yang maju, bangsa yang modern , bangsa yang aman dan damai, adil dan sejahtera.dan juga Bangsa yang kuat karena adanya persatuan, Pada masa penjajahan Belanda, Bangsa Indonesia mencapai puncak kejayaan rasa nasionalime Dimana pejuang-pejuang terdahulu kita bersatu dari sabang sampai merauke untuk membebaskan diri dari penjajah.Hal itu bisa terwujud jika adanya rasa nasionalisme yang tinggi di masyarakat Indonesia dan telah terbukti kita bisa memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat juang yang tinggi. Hal tersebut berpengaruh pada ketahanan nasional bangsa Indonesia.
Negara ini besar, ini yang ditakutkan orang maka kita dipecah belah, kita harus sadari. Potensi kita kuat tapi kita tak menyadari. Negara kita ini akan hancur karena kita sendiri. Begitu pula kalau masih bicara orde lama dan orde baru lagi sampai 100 tahun kita tak akan bersatu Tanpa adanya dorongan rasa nasionalisme dan sosialisasi yang kuat.
Persatuan dan kesatuan yang berarti satu utuh tidak terpecah-belah. Persatuan dan kesatuan “bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan, kedaulatan yang utuh dan serasi. Sebuah negara akan berdiri kokoh, kuat apabila masyarakat Bangsanya memiliki semangat persatuan dan kesatuan. Bagi bangsa Indonesia semangat persatuan dan kesatuan ditegaskan dalam Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. semangat persatuan dan kesatuan dalam Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa semangat persatuan dan kesatuan sangat penting bagi bangsa Indonesia.Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan “negara persatuan” dalam arti sebagai negara yang warga negaranya erat bersatu, yang mengatasi segala paham perseorangan ataupun golongan yang menjamin segala warga negara bersamaan kedudukannya di hadapan hukum dan pemerintahan dengan tanpa kecuali. Dalam negara persatuan itu, otonomi individu diakui kepentingannya secara seimbang dengan kepentingan kolektivitas rakyat. Kehidupan orang perorang ataupun golongan-golongan dalam masyarakat diakui sebagai individu dan kolektivitas warga negara,
Untuk itu kita harus menghidupkan kembali rasa nasionalisme, moral, dan persatuan, melalui cara
1) MEMBANGUN KEMBALI MORAL DAN RASA NASIONALISME.
Pentingnya Membangun Moral Melalui Penanaman Nasionalisme Arus globalisasi dan modernisasi membuat generasi muda hanyut dalam gaya hidup dan sikap individualis, acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar dan tidak peduli dengan tangung jawab moral. Banyak generasi muda yang hanyut dalam gemerlap dunia, mengisi waktu untuk kesenangan pribadi tanpa memikirkan masa depannya. Lebih menyedihkan lagi jika mereka lupa bahwa sebenarnya mereka adalah sumber kekuatan moral yang diharapkan agar selalu menjunjung kebenaran sesuai hati nurani dan berjiwa patriotisme.Jika pembangunan moral dengan nasionalisme ini terlaksana, kemungkinan besar siswa tidak membuang waktu untuk hal yang tidak berguna, apalagi merugikan diri sendiri. Rasa nasionalisme dapat mendorong mereka untuk lebih menghargai nilai kemerdekaan dan arti hidup dengan hal-hal yang positif. Terhadap sesama teman akan ada rasa saling asih mengasih dan semangat untuk selalu bersatu sebagai sesama anak bangsa, yang dilahirkan dan dibesarkan di tanah air yang sama. Mereka akan merasa bangga dengan adanya kemajemukan bangsa Indonesia sebagai kekayaan yang harus dipertahankan. kesadaran akan persatuan dan kesatuan bangsa penting bagi generasi muda sebagai sistem nilai sehingga secara moral mereka akan berbuat baik dalam setiap tindakan dan gerak hati nuraninya. Lebih penting lagi mereka pandai melihat peluang untuk mencapai eminensi dalam hidupnya, kesuksesan masa depannya. dampak positif nasionalisme telah tercatat sebagai prestasi gemilang dalam sejarah, yaitu dengan lahirnya Boedi Oetomo 20 Mei dan peristiwa Sumpah Pemuda 1928, yang mengandung nilai urgen berupakesatuan. Selain itu Sumpah pemuda.
merupakan wujud pengusungan faham nasionalisme, melalui penyatuan keinginan bersama untuk membuat negeri ini merdeka. Laksana juga mengatakan bahwa nasionalisme bagi suatu negara ibarat tiang penyangga bagi rumah. Jadi jika semangat nasionalisme pudar, maka keruntuhan sebuah negara hanya tinggal menunggu waktu.Jika generasi muda, khususnya siswa mengetahui bahwa betapa beratnya perjuangan untuk mencapai kemerdekaan yang sekarang mereka nikmati, tentu mereka akan menghargai arti kemerdekaan dan tidak menyia-nyiakan kemerdekaan dengan kegiatan yang tidak berarti. Nasionalisme dapat menyadarkan generasi muda bahwa terbentuknya Negara Indonesia tidak terjadi tiba-tiba, melainkan melalui tahapan yang panjang. Mereka harus tahu bahwa kemerdekaan ini telah dibayar dengan tetes darah para pahlawan. Mereka harus sadar bahwa di tangan merekalah masa depan bangsa dan negara. diperlukan pribadi yang memiliki integritas serta memiliki keberanian moral untuk memperbaiki dan mengembangkan keadaan ke tingkat hidup yang lebih berkeadaban. Jika ingin membangun atau mengembalikan kejayaan bangsanya, lebih dulu harus mengembangkan perilaku etis dan membangun moralitas bangsanya. Pembangunan moral harus dititik beratkan pada siswa sebagai generasi penerus yang berperan sebagai kekuatan moral dan kekuatan politik. Membentuk moral dengan nasionalisme sejak dini, terutama pada masa sekolah dasar sangat penting. Dari pengalaman sejarah negara Indonesia, ternyata pemuda turut mengukir berdirinya negara ini.
2) MENGHIDUPKAN KEMBALI NILAI-NILAI PANCASILA.
Karena dengan adanya Nilai-nilai Pancasila sebagai Sarana pemersatu bangsa.
Kita harus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuatu yang dianggap penting dan benar Korupsi Rasa apatis terhadap tanah air Lebih mencintai budaya asing Kriminalitas Hedonisme Etnosentrisme Primordialisme Sekularisme Nilai-Nilai Pancasila ditunjang oleh Hukum Dasar UUD 1945 manusia adalah makhluk sosial wilayah, rakyat, pemerintah yang berdaulat sekelompok manusia yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa, sejarah, dan memiliki pemerintahan sendiri
1 Ketuhanan
2 Kemanusiaan
3 Persatuan
4 DemokrasiKeadilan Sosial. Dengan adanya
Pancasila merupakan pilar pertama pememperkokoh bangsa ini.
Karena Pancasila dinilai telah memenuhi syarat untuk menjadi tiang penyangga untuk bangsa Indonesia. Selain menjadi ideologi bangsa Indonesia, pancasila merupakan pedoman hidup bangsa Indonesia kedepannya. Seterusnya pancasila juga dapat mempersatu keanekaragaman kehidupan yang ada di Indonesia melalui Sila-sila yang terdapat di Pancasila. Sila tersebut jangan hanya kita ketahui dan kita ingat tapi hendaknya wajib kita mengerti makna sila tersebut untuk bangsa Indonesia.
Kemudian selanjutnya adalah UUD 1945.UUD 1945 sebuah hukum dasar yang menetapkan struktur dan prosedur organisasi yang harus diikuti oleh otoritas publik. UUD 1945 merupakan sumber dari segala sumber hukum yang ada di Indonesia.
fungsi UUD 1945 sendiri yakni sebagai pedoman acuan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pilar yang kedua ini memiliki peran yang tidak kalah penting untuk memperkokoh bangsa Indonesia karena UUD 1945 merupakan sumber hokum yang berlaku di bangsa Indonesia.
Dan yang ketiga adalah Bhineka Tunggal Ika.
Bhineka Tunggal Ika memiliki makna yang sangat penting yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu. Bhineka Tunggal Ika mempersatu berbagai keanekaragaman suku, budaya, agama, golongan dan ras. Sekarang ini Indonesia sudah memasuki era globalisasi, berbagai budaya dan suku di Indoneisa tergeser oleh budaya barat yang masuk ke Indonesia.
Oleh sebab itu di sini lah Bhineka Tunggal Ika memiliki peran yang sangat penting untuk mempersatu dan memperkokoh bangsa Indonesia.
Bhineka Tunggal Ika dapat mempersatu perbedaan dan juga dapat memperkokoh bangsa Indonesia melalui prinsip-prinsipnya.Yang terakhir yaitu NKRI. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah bentuk Negara kita yaitu Indonesia. Indonesia mempunyai banyak sekali pulau dan bentuk negaranya republik maka Indonesia membentuk suatu kesatuan yang di beri nama NKRI. NKRI juga memiliki tujuan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.
3) MENGHARGAI PERJUANGAN PARA PAHLAWAN.
Dengan kita menghargai perjuangan para pahlawan betapa beratnya perjuangan mereka untuk bangsa ini Membaca biografi pahlawan
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perjuangan para pahlawan. Kita bisa meneladani perjuangan para pahlawan dalam memperebutkan NKRI dari para penjajah. Sebab dengn itulah kita akan merasakan betapa kerasnya perjuangan pahlawan sempai dia rela berkorban harta dan bendanya bahkan nyawanya pun dipertaruhkan demi membela Indonesia. Mereka dikucilkan, diasingkan, oleh para kolonial. Mereka dibunuh dan disiksa tidak berperikemanusiaan.
Sungguh kita patutlah mengingatkan jasa-jasa mereka.
Dengan tidak menyia-nyiakan perjuangan mereka,
Yaitu dengan mengikat persatuan, memperkokoh bangsa ini tidak boleh sejengkal tanah pun yang di rebut dari bumi indonesia ini mengingatkan betapa Letih nya para palawan kita memperjuangkan bumi Indonesia ini.
Semoga yang sedikit ini ada manfaatnya bagi kita semua dan mohon maaf atas segala kekurangan yang ada.
"Sekian".
Salam damai
Mahmud Yunus.
12/12/2016.